Category Archives: Agenda terbaru

al-quran-sebagai-syafaat

Imam Besar Istiqlal: Jangan Sekedar Hafal Alquran Tapi Pahami dan Amalkan

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Islam memberi keutamaan besar bagi orang yang menghafal Alquran. Namun, yang tidak kalah penting dari menghafal adalah memahami dan mengamalkan kandungan Alquran.

Hal itu disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Ya’kub, dalam acara Khataman SMP Tahfidzh Qur’an Al Falakiyah, Bogor, Ahad (24/5). “Bacaan Alquran perlu diwariskan dengan benar, tapi lebih baik lagi jika ditambah dengan pemahaman yang benar agar tidak melahirkan generasi yang hafal belaka,” ujar KH. Ali Mustafa.

DSCF2132

Ziarah, sebagai Tabarrukan Kepada Alim Ulama

Masih dalam rangkaian  Tasyakkut khotmil  Qu’an, Sekolah Menengah Pertama  (SMP ) Tahfidz Qur’an  Al Falakiyah, Pagentongan, Bogor melaksanakan ziarah dan Silaturrahin ke Beberapa Alim Ulama di Banten. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai tanda syukur dan mengenang jasa para Ulama  yang sudah tidak ada atau yang masih hidup dalam memperjuangkan agama Islam sehingga bisa tersebar di seluruh Nusantara.

Di samping itu juga sebagai upaya memperkenalkan para santri yang telah lulus dan Hafal AlQuran 30 JUz, 300 Hadits kepada para ulama yang masih hidup untuk didoakan supaya  ilmu yang hari ini mereka dapatkan lebih bisa bermanfaat  untuk mereka sendiri dan orang lain.

M. Faqih dengan hafal 20 juz.

“KHATAMAN  TIGA HARI TIGA MALAM”

SMP TAHFIZH QUR’AN AL FALAKIYAH adalah lembaga pendidikan yang mengkhususkan anak didiknya (santri_red) dengan program hafalan 30 Juz,300 Hadits dan faham bahasa dan kitab kuning. DI  bawah naungan YAYASAN ABAS (Amal Bhakti Anak Sholeh) di bawah asuhan Kyai TB ASEP ZULFIQOR ZA T FALAK DAN UMI THOYYIBAH MUSLIM.

Tahun ini (2015) adalah tahun perdana bagi sekolah ini meluluskan siswanya. (BERDIRI TAHUN 2012.  Tercatat  enam santri lulusannya telah  berhasil menghatamkan hafalannya sebanyak 30 Juz, hafal 300 Hadits dan faham bahasa arab dan kitab kuning.

Nanda M. Lutfi Ambari, Duduk di kursi wakil walikota Bogor, Ir, Usmar harima.

Audiensi Wakil Wakil Walikota Bogor

AL Falakiyah_Bogor.

Selasa, 19 mei 2015. Kegembiraan terlihat saat para santri SMP TAHFIZH ALFalakiyah,mendengar kabar akan diajak bertemu dengan pak wakil wali kota Bogor.

20150519_140940Hal ini menjadi  wajar karena walikota dan wakilnya adalah sebuah jabatan tertinggi disebuah wilayah tingkat II, dan semua mengetahui tidak mudah mendapatkan menjalankan amanah itu,perlu pengorbanan besar. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai rangkaian kegiatan khotmul Qur’an yang akan berlangsung mulai tanggal 22,_24 mei 2015, di PESANTREN HAMALATUL QURAN ALFALAKIYAH,Pagentongan, Loji,Kec. Bogor Barat, Kota Bogor.  Kegiatan ini akan diawali dengan khotmil Qur’an bil ghoib, bagi santri yang telah selesai menghatamkan hafalannya. Kemudian dirangkai dengan ujian umum dan puncak hataman yang akan dihadiri oleh Prof,DR. KH. Mustofa Ali Ya’kub. (imam besar Masjid Istiqlal,jakarta) dan Prof. DR,HJ Ummu Salamah,menantu almaghdurlahu, KH, TB, Falak Abas (Abah  Falak). Tiga tahun usia sekolah ini telah berhasil menghantarkan enam santrinya selesai menghafal 30 juz. Adalah Siti Rahmah (15 tahun), Yanti Novalia (14 tahun), Inas Taqiyatul Husna (14tahun ), M.Lutfi Ambari (16 tahun), M.Alwi Husaini (16 tahun), M.Adib (14 tahun ). “Alhamdulillah hari ini, kita dapat diterima oleh pak wakil walikota Bogor Bapak UsmarHariman, ini me jadi bukti bahwa pemerintah memperhatikan dunia pendidikan,hususnya pendidikan Al Qur’an.” cerita zainal,kepala sekolah SMP TAHFIZH ALFALAKIYAH, Sesaat setelah audien diruang wakil walikota. Dalam sambutannya, wakil walikota Bogor,Ir. Usmar Hariman mengataka bahwa” Kita akan terus bersinergi dengan dunia pendidikan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang handal dan berakhlakul karimah, sekaligus juga akan terus memfasilitasi perkembangan pendidikan,” ujar wakil walikota. Sedangkan santriwati, Siti Rahmah,salah satu wisudawan yang berhasil menghatamkanhafalan hanya dalam waktu 14 bulan mengatakan; ” saya senang sekali hari ini karena bisa bertenu langsung dengan bapak Usmar,wakil walikota, sekaligus diberikan izin untuk berfoto bersama beliaw di kursi yang biasa beliau untuk bekerja,semoga ini menjadi motivasi bagi kami unk meraih masa depan yang lebih baik. Dan saya juga berterima kasih kepada semua guru-guru saya telah membimbing kami sehingga bisa sepweti ini.”ungkapnya. Kepala sekolah,zainal juga menambahkan, bahwa, “kegiatan semacam ini saya usulkan untuk diadakan setiap tahun bagi para santri yang berhasil menghatamkan hafalannya untuk bertemu dan berfotodi kursi walikota ataupun wakil walikota.”pungkasnya.

Santriwati Lebih Mudah Menghafal Hadis

Senin, 20 April 2015, 19:01 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengasuh Pondok Pesantren SMP Tahfiz Qur’an Al-Falakiyah Ustaz TB Asep Zulfiqor mengakui santriwati lebih mudah menghafal hadis dibandingkan dengan santri laki-laki.IMG_0075

“Santriwati justru lebih mudah menghafal hadis, karena ketika mens dia tidak membaca Alquran tapi digunakan untuk mendengarkan dan menghafal hadis,” papar Asep saat berkunjung ke kantor Republika, Senin (20/4).

Ustaz Asep menjelaskan santriwati yang ada di pesantren Tahfiz Qur’an Al-Falakiyah cerdik dalam menyiasati kondisi. Ketika datang waktu mestruasi dilarang membaca dan menyentuh Alquran digunakan waktu tersebut untuk menghafalkan hadis.

Menurut dia, pada masa datang bulan bahkan santriwati bisa menghafal 60 sampai 90 hadis. Salah satu santriwati yang sudah menginjak tahun kedua di pesantern Al Falakiyah, Inas Taqiyatul Husna mengakui hal tersebut. “Iya, waktu tidak boleh membaca Alquran (mentruasi) kami gunakan untuk menghafal hadis,” kata Inas.

Selain Inas, santriwati lainnya, Siti Rahmah juga mengungkapkan hal serupa. Menurut Siti Rahmah, untuk mengisi kekosongan hafalan Alquran, dia manfaatkan waktu untuk meghafal hadis.

Ustaz Asep mengatakan di Pondok Pesantren SMP Tahfiz Qur’an Al-Falakiyah diajarkan beragam hadis. Di tahun pertama diajarkan tentang hadis akhlak, tahun kedua hadis akidah, dan tahun ketiga tentang berbagai macam hadis yang berkaitan dengan hukum-hukum syariat.

#ziednie