Category Archives: Profil

DSCF2132

Ziarah, sebagai Tabarrukan Kepada Alim Ulama

Masih dalam rangkaian  Tasyakkut khotmil  Qu’an, Sekolah Menengah Pertama  (SMP ) Tahfidz Qur’an  Al Falakiyah, Pagentongan, Bogor melaksanakan ziarah dan Silaturrahin ke Beberapa Alim Ulama di Banten. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai tanda syukur dan mengenang jasa para Ulama  yang sudah tidak ada atau yang masih hidup dalam memperjuangkan agama Islam sehingga bisa tersebar di seluruh Nusantara.

Di samping itu juga sebagai upaya memperkenalkan para santri yang telah lulus dan Hafal AlQuran 30 JUz, 300 Hadits kepada para ulama yang masih hidup untuk didoakan supaya  ilmu yang hari ini mereka dapatkan lebih bisa bermanfaat  untuk mereka sendiri dan orang lain.

M. Faqih dengan hafal 20 juz.

“KHATAMAN  TIGA HARI TIGA MALAM”

SMP TAHFIZH QUR’AN AL FALAKIYAH adalah lembaga pendidikan yang mengkhususkan anak didiknya (santri_red) dengan program hafalan 30 Juz,300 Hadits dan faham bahasa dan kitab kuning. DI  bawah naungan YAYASAN ABAS (Amal Bhakti Anak Sholeh) di bawah asuhan Kyai TB ASEP ZULFIQOR ZA T FALAK DAN UMI THOYYIBAH MUSLIM.

Tahun ini (2015) adalah tahun perdana bagi sekolah ini meluluskan siswanya. (BERDIRI TAHUN 2012.  Tercatat  enam santri lulusannya telah  berhasil menghatamkan hafalannya sebanyak 30 Juz, hafal 300 Hadits dan faham bahasa arab dan kitab kuning.

Tujuh Kalimat Mustajab

Alfalakiyah_Bogor 25.4.15

Tulisan ini di muat di HU Republika dalam rubrik hikmah.23.4.15

Semua orang mendambakan kebahagiaan. Akan tetapi, memaknai sebuah kebahagiaan bisa berbeda antara satu dan yang lainnya. Bagi kaum materialis, bahagia adalah jika sudah terpenuhinya segala kebutuhan fisik. Hanya, kebutuhan fisik tidak akan pernah ada batasannya.

H.Khotimi Bahri dan Kyai Tb. Asep ZUlfiqor (pengasuh PP Hamalatul Quran Al Falakiyah-Bogor)

H.Khotimi Bahri dan Kyai Tb. Asep ZUlfiqor (pengasuh PP Hamalatul Quran Al Falakiyah-Bogor)

Dalam agama Islam, kebahagiaan (as-sa’adah) adalah selerasnya keinginan hamba dengan taufik Allah SWT. Kebahagiaan ini akan terasa tidak hanya ketika masih hidup di dunia, tetapi juga akan terus berlanjut hingga kehidupan di akhirat kelak.

Ada tujuh kalimat yang sangat mulia di sisi Allah beserta para malaikat, sekaligus menempatkan orang yang istiqamah mengamalkannya, mendapatkan ampunan Allah SWT. Inilah sebenarnya kebahagiaan yang hakiki yang dicari setiap hamba Allah SWT.

Pertama, membaca basmalah (bismillah) ketika akan memulai segala sesuatu. Dengan membaca basmalah, berarti seorang hamba menyertakan permohonan keberkahan dan limpahan rahmat Allah dalam pekerjaannya. Kedua, membaca hamdalah (alhamdulillah) ketika selesai mengerjakan sesuatu. Hamdalah adalah kalimat pujian seorang hamba atas kemudahan dan kemurahan Allah yang menyertai pekerjaannya.

Ketiga, membaca istighfar (astaghfirullah) jika terucap kata yang tidak patut. Perkataan kotor, nista, dan mengandung unsur nifak merupakan hal yang tercela, karenanya Islam sangat mengecam perilaku ini. Demikian juga tindakan-tindakan yang menyalahi norma agama. Maka sepatutnya bagi pelakunya untuk memohon ampunan Allah SWT. Keempat, mengucapkan “insya Allah” ketika ingin berbuat sesuatu. Rasulullah Muhammad SAW pernah diingatkan oleh Allah agar mengucapkan kalimat tersebut jika menjanjikan sesuatu. Ini terkait dengan janji Beliau untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kaum Quraisy.

Kelima, mengucapkan “la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyil adzim” jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya. Kalimat ini sekaligus menegaskan kemahakuasaan Allah dan menunjukkan kelemahan hamba di hadapan-Nya. Keenam, mengucapkan “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un” jika sedang tertipa musibah. Kalimat yang dikenal dengan sebutan istirja’ ini menunjukkan sikap tawakal sang hamba. Dan tawakal merupakan salah satu sifat yang diperintahkan dalam Islam.

Ketujuh, membaca “La Ilaha Illallahu, Muhammadur Rosulullah” sepanjang hari, petang dan malam. Kalimat persaksian ini merupakan akar sekaligus password bagi setiap kaum Muslimin. Dengan kalimat ini seorang hamba bisa langsung mengikatkan ruhaninya dengan Sang Pencipta segala sesuatu. Kalimat yang jika dibaca di akhir hayat seseorang akan menjadi penjamin surga sekaligus pembuka pintu surga di akhirat kelak. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh H A Khotimi Bahri

#redaksi,ziednie

Perbuatan Dosa Mengganggu Hafalan Alquran

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/04/20/nn3q2d-perbuatan-dosa-mengganggu-hafalan-alquran

Senin, 20 April 2015, 17:49 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengasuh Pondok Pesantren SMP Tahfiz Qur’an Al-Falakiyah Ustaz TB Asep Zulfiqor menjelaskan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung siswa menghafal Alquran harus menghindari kegitan-kegiatan yang dapat mepersulit siswa didik dalam menghafal Alquran.

“Jangan ada hal-hal yang mengganggu dalam menghafal Alquran, hindari hal-hal yang merusak hafalan Alquran,” ungkap Ustaz Asep saat kunjunganya ke kantor Republika, Senin (20/4).

Menurutnya, kegitan yang negatif yang mengarah pada dosa akan mempersulit hafalan Alquran. Dia menjelaskan dalam menciptakan lingkungan yang mempermudah siswa didik untuk menghafal Alquran, sedemikin mungkin dia mengarahkan kegiatan-kegiatan yang positif untuk santriwan dan santriwati. Mulai dari akhlak, kesucian beribadah, sampai dengan akidah.

Ustaz Asep juga mengatakan kegitan dalam pesantren sangat padat, baik itu kegitan menghafal Alquran dan hadis dan juga kegitan belajar pelajaran umum seperti halnya SMP pada umumnya.

SMP Tahfiz Al Falaqiyah bertujuan menjadi lembaga Tahfiz Quran yang membentuk pribadi hamalatul Quran (menjadikan Quran dalam kehidupan). Selain itu juga bertujuan membentuk siswa yang berkarakter akhlakul karimah atau berbudi pekerti mulia dan berwawasan kebangsaan.

Wejangan dari Umi untuk santri

Benteng Kokoh PP Hamalatul Qur’an Al Falakiyah

Al Falakiyah_Bogor. 16/3/2015.

Thoyyibah Muslim. adalah sosok central dalam lembaga ini, Beliau adalah Pengasuh Utama.

Wanita yang biasa disapa “UMI” oleh para santri dan kerabat. Wanita kelahiran tangerang ini bergelut dengan Al Qur’an sebagai jalan hidupnya sudah dimulai dari remaja. berbagai ajang lomba sudah pernah beliau ikuti. dari tingkat kota hingga nasional. berbagai juara pernah beliau raih.

Wejangan dari Umi untuk santri

Wejangan dari Umi untuk santri

Wanita yang kemudian di persunting oleh TB Asep Zulfiqor salah satu dzurriyah dari Ulama Besar di  Kota Bogor, KH. TB Falak Abas sebagai istri, kemudian memiliki putra-putri delapan orang. Yang  pertama hingga ke tiga semua belajar mengikuti jejak Ibundanya sebagai Hafidz Hafidzoh dengan mondok di Kendal, Semarang dan Kudus.

Sejak 2012, beliau adalah motor dari lahirnya santri-santri penghafal al Qur’an dengan menjadi pengasuh Utama di PP Hamalatul Qur’an.

Seemoga Selalu sehat dan panjang umur, Mik!

#redaksi

 

 

perjalanan anak dusun

Alfalakiyah_admin (10/3/2015)

 

TAHUN Sembilan puluh lima,tepatnya 1995. Bisa jadi adalah tahun yang krusial sebagai tahun permulaan bagi perjalanannya.

Direktur SMP

Direktur SMP

Bagaimana tidak?! Tahun dimana dia dituntut untuk mengambil sikap atas himpitan budaya yang kolot,informasi yang terbatas,relasi apalagi. Periode remaja lulus aliyah,MA. Nyaris tanpa informasi apapun kecuali hanya ukiran,tukang kayu dan ‘ngamplas’. Ya..rutinitas yang menjadi terminal akhir bagi kebanyakan generasi seusianya di kampungnya. Karena memang mayoritas warga di sana menggantungkan hidup dengan bekerja sebagai tukang ùkir,tukang kayu dan ‘ngamplas.’

LIPIA, lembaga bahasa arab dari Arab Saudi, adalah informasi satu-satunya yang dia dapat, lembaga yang memberikan bea siswa full bagi para mahasiswanya _gagal! Ya,,gagal. Karena lagi_lagi dia gagal untuk mendapatkan akses iñformasi. Karena dia datang ke jJakarta  dengan waktu pendaftaran mahasiswa baru yang sudah di tutup. _harapan yang kandas.

TAhun berikutnya, mencoba peruntungan sambil bekerja sebagai benar-benar tukang amplas, di sebuah perusahaan meubel di Cileďug,Tangerang. Dapat empat bulan. Sempat juga di tawari ngajar Madrasah Ibtidaiyah, di tolak karena kurang percaya diri.

Itulah sekilas perjalan seorang Direktur SMP TAHFIZ AL FALAKIYAH,sekolah yang  merintis dan mendidik anak-anak lulusan setingkat smp dengan kulalifikasi hafal 30 juz Al Quran, hafal 300 Hadits dan memahami kitab kuning.

Terlahir di kampung nDurenan, Bangsri, Jepara, kampung yang berjarak sekitar 25 KM dari pusat Kota Jepara, pada tahun 1976, dari seorang ibu bernama Daryati ( Allahu yarham ) dan ayah bernama Muhyi.

Lulus Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1989, meneruskan sekolah di tsanawiyah (MTS) Hasyim Asy’ari Bangsri sambil mondok di pondok yang yang di asuh oleh KH Amin Sholeh selama tiga tahun. Lepas dari tsanawiyah, melanjutkan sekolah dan mondok di Kajen, Margoyos, Pati dengan bermukim di Pesantren tercinta ” Raudlotul Ulum” Asuhan Almahfurlahu Mbah Fayumi Munji sambil melanglang buana ngaji “kalong” di beberapa pesantren di sekitar kajen. Di antaranya sempat ikut sorogan dengan  Mbah Sahal Mahfudz ( Allahu Yarham) dengan mengaji beberap kitab di antaranya adalah Nasho’ihul Ibad, Sulamuttaufiq dan beberapa kitab kuning lainnya.

Menamatkan Aliyah (MA) di Assalafiyah Pimpinan KH. A. Faqihuddin (Allahu Yarham) tahun 1995. adalah awal kemandiriaanya untuk menerobos belantara jakarta. Di jakarta beberapa kota sempat disinggahinya. Dari mulai Klender, Kali Deres, CIledug. Srengseng adalah bebarapa belantara jakarta yang pernah disinggahinya. termasuk Ciputat adalah kota persinggahannya sebelum kemudian kuliah di Universitas Djuanda dengan mengambil Fakultas Hukum.

Sempat menjadi “Demontrans” ’98, kemudian menghantarkannya pada dunia “politik” yang dikemudian hari membesarkan nama dan kepekaan sosialnya terhadap isu-isu kebangsaan, agama dan sosial.

Tahun 2008, berkenalan dengan tokoh muda Bogor dan sekaligus adalah salah satu dari durriyah dari tokoh Ulama Bogor KH. TB. Falak Abbas, Pagentongan. yaitu TB Asep Zulfiqor ZA T Falak.

Pertemuan ini terus berkembang emjadi sebuah pertukaran ide dan gerak perjuangan sehingga pada tahun 2012 kemudian dengan beberapa temen aktifis Bogor dan NU  dengan mengkristalkan Ide mendirikan SMP (boarding) Tahfidz Al Falakiyah.

Al Hamdulillah hingga tahun ini, menginjak tahun yang ketiga telah melahirkan beberap santrinya untuk hafal 30 Juz.

#Bersambung (insyaAllah)

#redaksi

 

 

10848021_10204521186822987_3980396690429269935_n

PROFIL YAYASAN

SEKILAS  PROFIL  YAYASAN ABAS
Studi Tahfidz Al Qur’an di Indonesia masih terlihat jarang. Kalau tidak dikatakan sangat langka jika dibandingkan dengan studi-studi lainnya baik di pesantren-pesantren apalagi di sekolah-sekolah umum. Di Indonesia juga sulit tampaknya orang yang dapat disebut sebagai seorang muhafidz dalam arti terminologis.

10848021_10204521186822987_3980396690429269935_nKeadaan seperti itu tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena, bagaimanapun juga, Al Qur’an adalah sumber otoritas pertama dalam agama Islam. Karenanya, sudah semestinya setiap muslim mengetahui dan memahami Al Qur’an secara baik dan benar.

Karenanya untuk mengisi kekosongan di atas sekaligus untuk menunjang keperluan umat, pada tanggal 03 Juli 2012  didirikanlah Yayasan Amal Bakti Anak Sholeh ( ABAS) , yang beorientasi pada pesantren yang berbasis pada penguasaan ilmu Al Qur’an dan Umum.

Yayasan ABAS disamping mendirikan pesantren juga  menyelenggarakan sekolah formal sebagaimana sekolah umumnya, yang disebut Sekolah Menengah  pertama  ( SMP ) Tahfidzul Qur’an Al FALAKIYAH  yang berbasis Pesantren (Boarding School). Dalam kapasitasnya sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, Al-Hamdulillah Yayasan AMAL BAKTI ANAK SHOLEH (ABAS) senantiasa eksis dan tetap pada komitmen sebagai benteng perjuangan syiar Islam.

Memasuki tahun ketiga, Bulan Muharrom  (1436 H) ini  SMP dengan program khususnya telah berhasil menghantarkan beberapa santrinya menghafal 30 JUZ,,

Dalam penerimaan santri, Yayasan ABAS selalu berorientasi kepada kemauan anak dan kemampuan Orang tua, sehingga pada tahun ini ada sekitar tiga puluhan santri yang diberikan bea siswa dengan berbagai macam latar belakang dan pertimbangan.