Category Archives: Asatidz/ah Pesantren

perjalanan anak dusun

Alfalakiyah_admin (10/3/2015)

 

TAHUN Sembilan puluh lima,tepatnya 1995. Bisa jadi adalah tahun yang krusial sebagai tahun permulaan bagi perjalanannya.

Direktur SMP

Direktur SMP

Bagaimana tidak?! Tahun dimana dia dituntut untuk mengambil sikap atas himpitan budaya yang kolot,informasi yang terbatas,relasi apalagi. Periode remaja lulus aliyah,MA. Nyaris tanpa informasi apapun kecuali hanya ukiran,tukang kayu dan ‘ngamplas’. Ya..rutinitas yang menjadi terminal akhir bagi kebanyakan generasi seusianya di kampungnya. Karena memang mayoritas warga di sana menggantungkan hidup dengan bekerja sebagai tukang ùkir,tukang kayu dan ‘ngamplas.’

LIPIA, lembaga bahasa arab dari Arab Saudi, adalah informasi satu-satunya yang dia dapat, lembaga yang memberikan bea siswa full bagi para mahasiswanya _gagal! Ya,,gagal. Karena lagi_lagi dia gagal untuk mendapatkan akses iñformasi. Karena dia datang ke jJakarta  dengan waktu pendaftaran mahasiswa baru yang sudah di tutup. _harapan yang kandas.

TAhun berikutnya, mencoba peruntungan sambil bekerja sebagai benar-benar tukang amplas, di sebuah perusahaan meubel di Cileďug,Tangerang. Dapat empat bulan. Sempat juga di tawari ngajar Madrasah Ibtidaiyah, di tolak karena kurang percaya diri.

Itulah sekilas perjalan seorang Direktur SMP TAHFIZ AL FALAKIYAH,sekolah yang  merintis dan mendidik anak-anak lulusan setingkat smp dengan kulalifikasi hafal 30 juz Al Quran, hafal 300 Hadits dan memahami kitab kuning.

Terlahir di kampung nDurenan, Bangsri, Jepara, kampung yang berjarak sekitar 25 KM dari pusat Kota Jepara, pada tahun 1976, dari seorang ibu bernama Daryati ( Allahu yarham ) dan ayah bernama Muhyi.

Lulus Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1989, meneruskan sekolah di tsanawiyah (MTS) Hasyim Asy’ari Bangsri sambil mondok di pondok yang yang di asuh oleh KH Amin Sholeh selama tiga tahun. Lepas dari tsanawiyah, melanjutkan sekolah dan mondok di Kajen, Margoyos, Pati dengan bermukim di Pesantren tercinta ” Raudlotul Ulum” Asuhan Almahfurlahu Mbah Fayumi Munji sambil melanglang buana ngaji “kalong” di beberapa pesantren di sekitar kajen. Di antaranya sempat ikut sorogan dengan  Mbah Sahal Mahfudz ( Allahu Yarham) dengan mengaji beberap kitab di antaranya adalah Nasho’ihul Ibad, Sulamuttaufiq dan beberapa kitab kuning lainnya.

Menamatkan Aliyah (MA) di Assalafiyah Pimpinan KH. A. Faqihuddin (Allahu Yarham) tahun 1995. adalah awal kemandiriaanya untuk menerobos belantara jakarta. Di jakarta beberapa kota sempat disinggahinya. Dari mulai Klender, Kali Deres, CIledug. Srengseng adalah bebarapa belantara jakarta yang pernah disinggahinya. termasuk Ciputat adalah kota persinggahannya sebelum kemudian kuliah di Universitas Djuanda dengan mengambil Fakultas Hukum.

Sempat menjadi “Demontrans” ’98, kemudian menghantarkannya pada dunia “politik” yang dikemudian hari membesarkan nama dan kepekaan sosialnya terhadap isu-isu kebangsaan, agama dan sosial.

Tahun 2008, berkenalan dengan tokoh muda Bogor dan sekaligus adalah salah satu dari durriyah dari tokoh Ulama Bogor KH. TB. Falak Abbas, Pagentongan. yaitu TB Asep Zulfiqor ZA T Falak.

Pertemuan ini terus berkembang emjadi sebuah pertukaran ide dan gerak perjuangan sehingga pada tahun 2012 kemudian dengan beberapa temen aktifis Bogor dan NU  dengan mengkristalkan Ide mendirikan SMP (boarding) Tahfidz Al Falakiyah.

Al Hamdulillah hingga tahun ini, menginjak tahun yang ketiga telah melahirkan beberap santrinya untuk hafal 30 Juz.

#Bersambung (insyaAllah)

#redaksi