Category Archives: Uncategorized

Hafal Al Qur’an,Satu Tahun Dua Bulan?!

1.1.2014

“Al Qur’an diturunkan untuk dipelajari untuk siapa saja, termasuk yang menghafalkan. Tidak  hanya untuk kalangan yang memiliki kecerdasa tinggi.” Ujar Kyai Asep, Pengasuh Pesantren Tahfdz Qur’an Al Falakiyah.

Kalimat itu muncul untuk memberikan keyakinan kepada orang tua yang akan mendaftarkan putra-putrinya untuk bersekolah di Sekolah Menengah pertama (SMP) Tahfidz Qur’an Al Falakiyah, sekolah dimana beliau dirikan husus dengan program hafalan 30 Juz Al Qur’an.

Dan Siapa nyana ucapan beliau bulan lalu menjadi kenyataan dengan telah berhasil membimibing sanrinya hatam menghafal Al Qur’an 30 Juz pada bulan November 2013 lalu.

Adalah Siti Rahma, anak yatim dari  Cisarua yang telah berhasil menghatamkan hafalan 30 Juz dalam tempo tidak lebih dari satu tahun dua bulan. Tidak hanya itu Rahma juga telah berhasil menghafalkan  hadits lebih  dari separo 200 an Hadits. Atas prestasi ini, bulan Januari ini ibunda Siti Rahmah Insyaallah  akan diberangkatkan Umroh bersama dua orang pengasuh, Kyai Asep Zulfiqor dan Umi Thoyyibah serta satu orang wali santri yang telah menghafalkan lebih dari enam belas Juz yaitu, ibunda dari Alwi Husaini yang berasal dari Bekasi.

“Ini adalah Berkah Al Qur’an”. Ujar Umi Thoyyibah, salah seorang pengasuh Pesantren, yang juga sekaligus  istri dari Kyai Asep Zulfiqor.

SELAMAT YA, UMI, ABI!!!  DOAKAN kami juga untuk segera ikut menyusul ziarah ke ke Mekkah.

bw0015

3 Amal yang Pahalanya Tidak Terputus

Alfalakiyah_Bogor.

10/5/2015

 

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalanya kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan doa anak shaleh” (HR. Muslim no.1631)

Allah member ganjaran sekecil apapun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu : “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” (An-Nisa : 40)bw0015

Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban seperti shalat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah Insya Allah akan dibalas Allah pahala yang berlipat ganda.

Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi berhaji atau umrah dengan harapan mendapat pahala yang besar. Sesungguhmya itu baik. Namun sayangnya saat kita meninggal, kita tidak aka mendapat pahala itu lagi. Saat kita mati, terputus amal kita selain 3 amal yang di atas.

Oleh Karena itu agar pahala kita terus mengalir meski kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas. Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiat yang telah kita perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan, bisa jadi akhirnya kita terjembab ke neraka jahannam.

Sedekah Jariyah

Menurut Imam Al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu 1)ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak shaleh, 3) sedekah jariyah (waqaf), 4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, 5) mewaqafkan buku, kitab atau Al-Qur’an, 6) berjuang dan membela tanah air, 7) membuat sumur, membuat irigasi, 9) membangun tempat penginapan bagi para musafir, 10) membangun tempat ibadah dan belajar.

Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau Tv yang bermanfaat INSYA Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.

Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon beringin sehingga orang bisa berteduh pun mendapatkan pahala. Membangun mesjidpun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah.

Hadits riwayat Usman bin Affan r.a : “Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena mengharap keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Ilmu yang Bermanfaat

Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, Insya Allah kita akan mendapat pahala meski kita telah tiada.

Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak. Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan mengamalkannya.

Dengan membuat website yang berisi ilmu yang bermanfaat misalnya website Islam sehingga puluhan ribu orang bisa membaca dan mengamalkan ilmunya, Insya Allah  juga akan mendapatkan pahala. Jika ada orang yang meng-copy paste tulisan anda, jangan sedih. Justru mereka membantu menyebarkan ilmu anda sehingga jika website anda tutup karena anda tidak membayar sewa domain atau hosting, ilmu anda tetap tersebar dan dinikmati orang lain.

Mendirikan Tv Islam atau Tv Komunitas yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaatpun Insya Allah akan mendapat pahala.

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertawakkalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maaidah : 2)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a dari Nabi Muhammad saw bersabda : “Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad saw menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba seorang lelaki datang meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda : Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dari Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” (Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i)

Barang siapa yang menujukan pada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukanya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. (HR. Muslim 3509). Jadi kita turut andil dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat, Insya Allah, Allah akan melihatnya.

 

Anak Sholeh yang Mendoakannya

Jika kita punya anak shalih yang mendoakan kita, Insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang shaleh. Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah, hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang shaleh. Seorang ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaanya di kantor agar bisa focus mendidik anaknya.

Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung ? Di situ tidak dijelaskan apa anak shaleh itu anak kandung atau bukan. Jadi jika memelihara anak yatim piatu pun kita tetap akan mendapat pahala jika mereka jadi anak shaleh dan mendoakan kita.

Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim piatu karena Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan laki-laki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah saw mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” ( H.R Ahmad)

Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim dengan penuh kasih saying Insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan surga tingkat rendah. Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat nabi Muhammad saw laksana jari telunjuk dengan jari tengah.

Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santunin mereka. Bantu mereka. Menyumbang ke keluarga karena miskin yang ada anaknya ataupun panti asuhan Insya Allah bisa mendapatkan pahala. Wallahualam bishowab.

#redaksi_ziednie

perjalanan anak dusun

Alfalakiyah_admin (10/3/2015)

 

TAHUN Sembilan puluh lima,tepatnya 1995. Bisa jadi adalah tahun yang krusial sebagai tahun permulaan bagi perjalanannya.

Direktur SMP

Direktur SMP

Bagaimana tidak?! Tahun dimana dia dituntut untuk mengambil sikap atas himpitan budaya yang kolot,informasi yang terbatas,relasi apalagi. Periode remaja lulus aliyah,MA. Nyaris tanpa informasi apapun kecuali hanya ukiran,tukang kayu dan ‘ngamplas’. Ya..rutinitas yang menjadi terminal akhir bagi kebanyakan generasi seusianya di kampungnya. Karena memang mayoritas warga di sana menggantungkan hidup dengan bekerja sebagai tukang ùkir,tukang kayu dan ‘ngamplas.’

LIPIA, lembaga bahasa arab dari Arab Saudi, adalah informasi satu-satunya yang dia dapat, lembaga yang memberikan bea siswa full bagi para mahasiswanya _gagal! Ya,,gagal. Karena lagi_lagi dia gagal untuk mendapatkan akses iñformasi. Karena dia datang ke jJakarta  dengan waktu pendaftaran mahasiswa baru yang sudah di tutup. _harapan yang kandas.

TAhun berikutnya, mencoba peruntungan sambil bekerja sebagai benar-benar tukang amplas, di sebuah perusahaan meubel di Cileďug,Tangerang. Dapat empat bulan. Sempat juga di tawari ngajar Madrasah Ibtidaiyah, di tolak karena kurang percaya diri.

Itulah sekilas perjalan seorang Direktur SMP TAHFIZ AL FALAKIYAH,sekolah yang  merintis dan mendidik anak-anak lulusan setingkat smp dengan kulalifikasi hafal 30 juz Al Quran, hafal 300 Hadits dan memahami kitab kuning.

Terlahir di kampung nDurenan, Bangsri, Jepara, kampung yang berjarak sekitar 25 KM dari pusat Kota Jepara, pada tahun 1976, dari seorang ibu bernama Daryati ( Allahu yarham ) dan ayah bernama Muhyi.

Lulus Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1989, meneruskan sekolah di tsanawiyah (MTS) Hasyim Asy’ari Bangsri sambil mondok di pondok yang yang di asuh oleh KH Amin Sholeh selama tiga tahun. Lepas dari tsanawiyah, melanjutkan sekolah dan mondok di Kajen, Margoyos, Pati dengan bermukim di Pesantren tercinta ” Raudlotul Ulum” Asuhan Almahfurlahu Mbah Fayumi Munji sambil melanglang buana ngaji “kalong” di beberapa pesantren di sekitar kajen. Di antaranya sempat ikut sorogan dengan  Mbah Sahal Mahfudz ( Allahu Yarham) dengan mengaji beberap kitab di antaranya adalah Nasho’ihul Ibad, Sulamuttaufiq dan beberapa kitab kuning lainnya.

Menamatkan Aliyah (MA) di Assalafiyah Pimpinan KH. A. Faqihuddin (Allahu Yarham) tahun 1995. adalah awal kemandiriaanya untuk menerobos belantara jakarta. Di jakarta beberapa kota sempat disinggahinya. Dari mulai Klender, Kali Deres, CIledug. Srengseng adalah bebarapa belantara jakarta yang pernah disinggahinya. termasuk Ciputat adalah kota persinggahannya sebelum kemudian kuliah di Universitas Djuanda dengan mengambil Fakultas Hukum.

Sempat menjadi “Demontrans” ’98, kemudian menghantarkannya pada dunia “politik” yang dikemudian hari membesarkan nama dan kepekaan sosialnya terhadap isu-isu kebangsaan, agama dan sosial.

Tahun 2008, berkenalan dengan tokoh muda Bogor dan sekaligus adalah salah satu dari durriyah dari tokoh Ulama Bogor KH. TB. Falak Abbas, Pagentongan. yaitu TB Asep Zulfiqor ZA T Falak.

Pertemuan ini terus berkembang emjadi sebuah pertukaran ide dan gerak perjuangan sehingga pada tahun 2012 kemudian dengan beberapa temen aktifis Bogor dan NU  dengan mengkristalkan Ide mendirikan SMP (boarding) Tahfidz Al Falakiyah.

Al Hamdulillah hingga tahun ini, menginjak tahun yang ketiga telah melahirkan beberap santrinya untuk hafal 30 Juz.

#Bersambung (insyaAllah)

#redaksi

 

 

Khatmil I

 

penampilan santri al falakiyah,angkatan pertama.

penampilan santri al falakiyah,angkatan pertama.

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!