Indah Pada Waktunya

bw0085

Al Falakiyah_Bogor.

10/4/2015

Bismillahirrahmahnirrahimm

Adalah sangat manusiawi, apabila seseorang merasa sangat kecewa seandainya permintaannya kepada sesama manusia tak terkabulkan. Seorang anak biasanya akan menangis bila ibunya tak membolehkannya untuk membeli es atau permen, sementara teman-teman sepermainannya tengah asyik menikmati manisnya permen atau es tersebut.bw0085

Termasuklah juga dalam soal jatuh hatinya seorang pria kepada wanita (atau sebaliknya) yang disukai tetapi tidak mendapat tanggapan. Banyak pria yang sekedar “tebar pesona’ sementara ada wanita yang benar-benar menyukainya, tapi lalu ia bertepuk sebelah tangan. Begitupun seorang jajaka, pun akan merasa kecewa apabila cintanya di tolak oleh seorang gadis dambaanya, padahal ia amatlah yakin dengan modal ketampanan dan mobil yang dikendarainya pasti akan mendapatkan tempat di hati sang gadis.

Pada kenyataanya, justru sebaliknya, kawannya yang datang dengan tampang modal pas-pasan dan berjalan kaki yang menjadi pilihan gadis tersebut.

Tunggu, Ada Masanya

Seorang hamba Allah, yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya, ia sangat berharap Allah akan mengabulkan setiap doa-doanya. Tapi apa hendak dikata ketika ia dihadapkan dengan berbagai persoalan yang tak berkesudahan, hatinya sedih, kecewa dan akan berprasangka buruk kepada Allah.

Wajar apabila bersikap demikian, karena ia manusia yang mempunyai sifat-sifat demikian, bukan malaikat yang semata-mata mengabdi kepada Allah, yang tiada memiliki kehendak lantaran ia tidak ada nafsu. Semakin seseorang mendekatkan diri kepada Allah semakin banyak ia rasakan ujian Allah kepadanya, padahal ia merasa, dulu ketika jauh dari Allah, ia begitu mudah mendapatkan  apa yang ia inginkan. Haruskah ia marah pada Allah ? Sebagai orang yang beriman ia akan menjawab : Tidak. Karena ia paham betul apa makna dari surat Al-Baqarah : 286.

Semua akan indah pada waktunya. Itulah rumusan kehidupan, sepanjang segala sesuatu berjalan sesuai dengan fitrahnya. Ulat bulu bagi banyak orang amatlah menjijikan, akan tetapi pada waktunya ia akan berubah jadi kupu-kupu nan cantik. Kaktus tumbuh kaku nan duri, pada waktunya ia akan berbunga begitu indahnya. Dan bila Allah belum mengabulkan doa-doa kita saat ini, sabar dan yakinlah pasti akan berjawab pada waktunya. Maka ingatlah akan selalu pada kata-kayta bijak “Allah tidak akan memberi apa yang kita harapkan, tetapi Dia memberi apa yang kita peerlukan”.

 

Iblis Senantiasa Menggoda

Apabila kita paparkan berbagai kelakuan dan keadaan manusia sehari-hari sungguh bermacam-macam, ada yang baik dan ada pula yang buruk dan yang menyimpang dari jalan Allah. Apalagi dalam zaman kemajuan yang banyak menawarkan hal-hal menarik, yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan ketentuan Agama. Apalagi iblis yang selalu berusaha menggoda dan mempengaruhi manusia agar mau mengikuti bujukan dah hasutannya untuk mengejar kesenangan duniawi, yang sifatnya sementara. Firman Allah surat Al-Hijr 30-40 : Iblis berkata : Ya Tuhanku oleh karena engkau telah memutuskan, bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka pemandang baik (perbuatan maksiat) dimuka bumi ini, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hambanya yang mukhlis (patuh dan tunduk pada perintah Allah).

Dalam ayat lain (Al-Araf : 16-17), ditunjukan Allah betapa uletnya iblis menggoda manusia, agar mau menyimpang dari perintah Allah : Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi dari depan dari belakang mereka, dari kanan dari kiri mereka , Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”

Ayat tersebut mengingatkan kepada manusia bahwa dorongan untuk bermalas-malas, berkhayal, melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan lain bagainya, tidak datang dari diri saja, akan tetapi di dorong oleh setan yang tidak mau berputus asa dalam menggoda manusia. Coba ingat dan bayangkan diri sendiri, ketika kita mulai curiga pada seseorang (antar suami dan isteri), segera iblis mnegambil kesempatan untuk menghasut dan mendorong untuk marah. Boleh jadi awal marah itu sederhana, akan tetapi segera berdatangan pikiran buruk, sehingga menjadi percecokan, yang tidak jarang membawa kepada keretakan rumah tangga. Bahkan disitulah kerap terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seperti banyak kita saksikan beritanya di media massa. Maka berpandai-pandailah menghindar dari jebakan iblis.

Karibkan Diri pada-Nya

Sungguh banyak godaan yang menyeretkan manusia melakukan pelanggaran terhadap larangan agama dan hambatan untuk mematuhi perintah Allah. Hanya keimanan yang kuat dan ketaatan melaksanakan perintah Allah yang dilengkapi dengan mental yang sehat, akan menjadi benteng pertahanan yang terhadap berbagai dorongan yang buruk, baik yang datangnya dari diri sendiri maupun yang disertai bisikan dari iblis.

Oleh sebab itu manusia memerlukan lebih banyak lagi hubungan dengan Allah, untuk meminta perlindungannya, Allah Maha Mengetahui dan Maha Penyayang. Rasulullah SAW memberi petunjuk kepada umat manusia agar shalat sunnah rawatib, shalat tahajud, shalat hajat, shalat istikharah, dhuha, dan shalat-shalat sunnah lainnya. Juga latih diri dengan melakukan puasa sunnah, semisal Senin-Kamis.

Yakinkanlah diri bahwa semua akan indah pada waktunya. Bila Allah belum mengabulkan doa-doa kita saat ini, sabar dan yakinlah pasti akan menjawab pada waktunya. Mari kuatkan dalam ingatan : “Allah tidak akan memberi apa yang kita harapkan, tetapi Dia memberi apa yang kita perlukan.” Fattaqullaha masthata’tum

#redaksi_Ziednie

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>